FormatLaporan Kegiatan Seminar (menghadiri seminar) 1. Nama Sekolah dan Alamat. Hal pertama yang harus dituliskan dalam laporan kegiatan seminar adalah nama sekolah, tempat di mana kamu belajar; sekolah yang meminta laporan pertanggung jawaban dalam bentuk laporan hasil seminar. Jangan lupa cantumkan juga alamatnya. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Kamu diminta oleh seorang klien untuk mendesain logo perusahaan. Namun, kamu tidak punya ide sama sekali. Kamu hanya menatap kosong sehelai kertas di hadapanmu. Tidak kosong lagi, karena kami membocorkan tujuh cara mendapatkan inspirasi desain logo1. Temukan inspirasi onlineSebagai seorang desainer grafis, kamu pasti sudah tahu situs-situs seperti Logo Moose dan Logo Gala. Tapi kamu bisa mencari situs-situs desain grafis lainnya juga untuk inspirasi. Mencari online adalah salah satu cara mendapatkan inspirasi desain logo situs-situs yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya. Kamu bisa mempersempit pencarian dengan mencari perusahaan-perusahaan yang bidang bisnisnya mirip dengan klienmu, dan lihat logo mereka seperti apa. Kamu juga bisa mencari gambar-gambar acak, kamu mungkin mendapatkan inspirasi dari gambar-gambar tersebut, mungkin saja, bukan?2. Mintalah nasihat dari teman desainer grafisTerkadang dua kepala lebih baik daripada satu. Jika kamu kehabisan ide, meminta nasihat dari temanmu yang sesama desainer grafis merupakan salah satu cara mendapatkan inspirasi desain logo. Namun sebelum kamu bertanya ke temanmu itu, pastikan dulu bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan proyek yang sedang kamu Tuangkan semua pikiranmuMenuangkan semua pikiran yang ada dalam kepalamu lebih baik daripada menyimpan semuanya di dalam sana. Menuangkan semua pikiran di papan tulis atau buku dapat membantu meluruskan pikiran. Kamu akan melihat mereka secara lebih jelas untuk mengetahui bagaimana mereka jika digabungkan juga Bagaimana Mendesain Logo yang Tidak Payah4. Apa sejarah dan visi masa depan klienmu?Jika klienmu adalah perusahaan yang telah mengganti logo beberapa kali, kamu bisa lihat logo-logonya sebelumnya sehingga kamu memperoleh ide yang lebih jelas mengenai bentuk desainnya lebih baik seperti merupakan ide bagus untuk bertanya kepada klien tentang visi mereka, rencana-rencana perusahaan untuk masa yang akan datang. Rencana-rencana mereka untuk masa depan mungkin saja berbeda total. Seiring perubahan arah bisnis, logo biasanya ikut berubah menyesuaikan Lihatlah proyek-proyekmu sebelumnya arsipmu sendiriMelihat proyek-proyekmu sebelumnya atau arsipmu sendiri dapat membantumu menemukan inspirasi desain logo. Adalah hal umum bagi para desainer grafis untuk memiliki banyak sketsa sebelum mereka memutuskan yang mana yang paling baik. Ide-idemu yang terdahulu sebaiknya selalu kamu arsipkan, mereka mungkin terbukti berguna untuk proyekmu Selalu berjaga-jagaProduk bahwa ide bisa datang di mana pun dan kapan pun. Saat ide datang merasuki pikiranmu, catatlah segera sebelum kamu lupa. Bawalah buku catatan atau buku sketsa Lakukan yang kamu sukaJika kamu telah mencoba semua cara di atas dan tak ada yang berhasil, maka berhenti dulu sebentar. Memaksakannya tidak akan bekerja. Kamu sebaiknya istirahat sejenak. Lakukan sesuatu yang kamu suka, dan inspirasi mungkin datang lain 5 Rahasia Desainer Grafis yang Tak Akan Pernah Mereka Beritahu Siapapun Mau membuat desain logo yang menarik? Yuk, simak di sini! Logo dapat memperkuat nama brand di pasaran. Keberadaan logo dalam dunia bisnis diibaratkan sebagai wajah yang mewakili gambaran suatu perusahaan dan produk. Perusahaan besar, industri rumahan, bahkan toko online yang berjualan di media sosial saja juga membuat logo untuk mewakili bisnisnya. Tentunya, logo tidak boleh asal dibuat, tapi harus bisa merepresentasikan jenis usaha. Logo akan jadi simbol identitas suatu brand yang membedakannya dengan brand lainnya. Itulah sebabnya, logo akan digunakan dalam segala kegiatan promosi dan pemasaran bisnis. Desain logo dapat berpengaruh terhadap branding suatu produk. Logo yang baik dapat mudah dikenali dan akan dikenang oleh banyak orang. Logo dapat membangun persepsi konsumen mengenai bisnis Anda secara umum. Namun, membuat logo suatu brand bukan perkara yang gampang. Mendesain logo yang menarik membutuhkan kreativitas yang tinggi. Seringkali, pemilik usaha dan desainer grafis membutuhkan waktu yang panjang untuk memikirkan ide hingga menyelesaikan desain logo. Nah, berikut simak tips membuat logo yang sesuai dengan brand. 1. Mengenal fungsi dan tujuan logo Dari pembahasan singkat mengenai logo diatas, tentunya kamu bisa menarik kesimpulan fungsi dan tujuan pembuatan logo. Tujuan utama sebuah logo adalah untuk membuat sebuah penggambaran mengenai sebuah brand atau company. Logo secara tidak langsung akan menggambarkan kualitas entitasnya, namun wujud dari logo itu sendiri sering kali tidak menggambarkan secara langsung seperti apa entitasnya. Bentuk logo tidak harus mutlak mengikuti objek & bentuk brand, misalkan contoh entitasnya berupa produk permen bukan berarti logo harus menggunakan bentuk permen. Atau jika entitasnya berupa jasa percetakan bukan berarti logo harus bergambar kertas atau lembar document. Karena jika seperti itu, maka akan terjadi kebingungan pada pasar dan konsumen. Untuk menghindari hal tersebut maka sebaiknya logo harus dibuat unik dan semenarik mungkin. Dalam kaitannya sebuah identitas brand, logo mungkin hanya salah satu dari atribut identitas visual lainnya. Oleh Karena itu penting untuk diketahui bahwa dengan hanya membuat logo saja belumlah cukup untuk membangun presepsi dan brand awareness di masyarakat. 2. Mengetahui kriteria logo yang efektif dan baik A. Mudah diingat dan Sederhana Buatlah sebuah logo yang memorable dan mudah diingat. Selain untuk membuat ketertarikan di benak konsumen logo yang sederhana juga akan memberikan sebuah tempat dan kesan yang baik bagi siapa saja yang melihatnya. Berbeda dengan logo yang terkesan abstrak dan sulit untuk diingat, orang-orang cenderung dengan mudah melupakan entitas brand yang digambarkan dengan visual abstrak yang rumit karena akan sulit untuk diartikan dan dikaitkan dengan kesan dan identitas brand tersebut. Kamu juga harus bisa memprediksikan apakah logo yang kamu buat akan disukai semua orang. B. Dapat dideskripsikan Ketika membuat logo hendaknya kamu memastikan apakah logo yang akan kamu buat mudah diartikan khususnya untuk para konsumen. Logo haruslah bersifat deskriptif dan mampu menceritakan esensi dari sebuah brand dan perusahaan, serta mewakili apa yang ingin disampaikan dan dikomunikasikan. alternatif lain adalah ketika kamu menemukan nama dari sebuah brand yang mudah diingat jadikan itu sebuah peluang untuk diimplementasikan menjadi sebuah logo. C. Pilihan Warna Pilihan warna dan komponen logo sangatlah mempengaruhi hasil akhir dan kualitas logo rancanganmu. Pilihlah secara bijak tentang apa saja yang kamu butuhkan untuk berada diantara komposisi logomu. Terlalu banyak warna akan membuat logo kamu terasa lebay dan membingungkan. Cobalah untuk mendesain logo dengan paling banyak 3 atau 4 warna. Atau jika memang membutuhkan lebih banyak warna coba mensiasatinya dengan membuat kombinasi yang logis dan enak dilihat. Tentunya untuk hal kini kamu harus lebih memahami tentang prinsip dan teori psikologi warna. D. Pemilihan Font yang tepat Meski terkesan sepele, font memegang peranan yang penting terhadap logo yang akan kamu desain. Masing-masing font memiliki karakter dan kesannya tersendiri. Misalnya font yang bergaya classic akan menimbulkan kesan formal dan mewah. Font yang berlekuk-lekuk akan terlihat lebih playfull dan informal. Pilihlah font yang sesuai dengan image dan kesan yang ingin kamu tampilkan juga harus sesuai dengan karakter brand dan entitas perusahaan. E. Original Originalitas sebuah logo menjadi salasatu aspek penting dalam perancangan sebuah logo, agar ketika orang lain melihat logo kamu, mereka tidak akan mengingat produk lain selain produk & brand milikmu. Apa yang akan kamu ingat ketika melihat sebuah tanda centang? Pasti kamu akan langsung mengingat sebuah merk fashion sport ternama, Nike. Atau ketika kamu melihat gambar buah apel yang tergigit? Kamu pasti sudah bisa menduga bahwa logo tersebut adalah milik Apple Inc. Lalu apabila kamu mengetahui bahwa logo apel yang tergigit tersebut adalah milik orang lain, maka saat itu pula kamu akan mencap logo tersebut sebagai plagiat dan karya yang tidak orsinil. F. Flexibel Sebuah logo bukan hanya simple, mudah diingat dan timeless, melainkan harus bersifat versatile serba guna. Yang dimaksud adalah logo harus bisa diaplikasikan di berbagai media dengan berbagai macam material. Idealnya logo dirancang dalam format file vector agar bisa disesuaikan dalam ukuran dan bentuk apapun, baik dengan posisi vertical maupun horizontal. Untuk mengakali hal ini, hendaknya logo di desain terlebih dahulu dengan menggunakan pilihan warna hitam dan putih saja, agar seseorang yang melihat dapat fokus terhadap konsep dan bentuk logo sebelum beralih menuju komposisi yang lebih kompleks. G. Pendekatan Tren Membuat logo dengan berdasarkan tren hanya akan bertahan ketika tren itu sedang in saja, lalu ketika tren berganti desain logo tersebut akan terlihat kuno dan ketinggalan zaman. Usahakan membuat logo yang tak lekang oleh zaman agar kamu tidak perlu mendesain ulang logo. Karena begitu kamu mendesain ulang sebuah logo maka secara tidak langsung kamu telah mereset ulang ingatan orang lain terhadap brand dan entitas perusahaan. Hal ini sangat tidak efektif dan akan membuang waktu dan gagasan yang kamu miliki. H. Relevan dengan Merk Bisnis / Perusahaan Logo yang kamu buat haruslah sesuai dengan tujuan dari brand atau produknya. Kamu harus mulai berlatih studi warna agar bisa menyesuaikan warna apa yang kiranya cocok dengan brand yang akan kamu buatkan logo. Contohnya, dalam mendesain logo untuk brand pakaian wanita biasanya warna-warna yang digunakan cenderung lebih soft dan feminism dengan pilihan font yang memiliki shape halus dan tidak tegas. Satu hal yang paling penting, sebuah logo tidak harus menunjukan produk dan jasa apa saja yang mereka jual. Misalkan logo mobil yang tidak harus mutlak berbentuk mobil, logo handphone yang tidak harus menggunakan bentukan handphone. Kendati terdapat beberapa merk & brand terkenal yang menggunakan teknik perancangan seperti yang dimaksud. 3. Menentukan jenis logo Seorang desainer layaknya harus bisa memahami beberapa landasan tentang brand dan perusahaan, serta beberapa dasar yang dapat mewakilinya. Terdapat banyak jenis logo yang bisa disesuaikan tergantung dengan kebutuhan dan keinginan. Berikut beberapa jenis logo yang harus kamu ketahui – Wordmark Adalah jenis logo yang langsung fokus pada nama brand atau perusahaan. Logo ini biasanya berupa tulisan dan sangat efektif jika nama perusahaannya ringkas dan tidak terlalu panjang. Karena fokus logo ini terletak pada nama bisnis dan perusahaanmu maka gunakan font yang sesuai dengan karakter, misalkan untuk logo merk fashion umumnya menggunakan font yang elegant, clean dan juga berkelas. – Pictorial Mark / Logo Simbol Logo yang satu ini berbeda dari yang sebelumnya. Berbasis photo atau grafis jenis logo ini juga biasa disebut dengan istilah simbol. Kamu harus memikirkan gambar dan bentuk apa yang kiranya bisa sesuai untuk menggambarkan merk dan perusahaan. Kamu juga harus mempunyai ide yang bersifat consist dan on point, karena tidak mudah untuk membuat apalagi mengubah suatu logo sebab akan membingungkan konsumen/pelanggan. – Emblem Logo / Lambang Sebuah logo lambang/emblem merupakan perpaduan antara hurup yang berada didalam simbol atau ikon, lencana, segel dan inti dari lambang tersebut. Logo ini memiliki visual yang lebih mencolok bila dibandingkan logo lain pada umumnya. Sehingga sering digunakan untuk sekolah, organisasi, lembaga pemerintah dan industry otomotif. Penggunaan lambang yang rumit dirasa kurang cocok jika diaplikasikan pada media cetak & business card. Karena akan terlihat kurang jelas, terkecuali jika memiliki komposisi yang simple dan sederhana. Itulah beberapa tips membuat logo yang sesuai dengan brand. Apakah anda sedang mencari jasa Grafis Desainer atau Produk Desainer ? Memiliki fungsi layaknya nama pada manusia, logo merupakan salah satu penentu identitas yang dimiliki brand. Oleh karena itu, jika kamu hendak belajar membuatnya, ada beberapa tips membuat logo perusahaan yang perlu kamu ketahui. Mengapa kamu memerlukan tips? Sebab, membuat logo untuk brand tidak semudah kelihatannya, lho. Logo perlu memiliki kaitan dan desain yang bisa merepresentasikan nilai-nilai sebuah bisnis. Selain itu, para desainer juga harus memastikan agar logo yang mereka ciptakan bisa terlihat lebih unik dan berbeda dari perusahaan lainnya. Hal tersebut tentunya tidak mudah, kan? Nah, agar kamu bisa rancang logo yang apik untuk perusahaan, simak tujuh tips membuat logo yang telah Glints kurasikan berikut ini! 1. Gunakan teknik visual double entendre © Double entendre adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sebuah gambar yang memiliki 2 makna. Trik satu ini bisa digunakan saat kamu hendak membuat logo untuk perusahaan. Pasalnya, menurut ujaran Mayven Studios, desain visual double entendre akan memberikan kesan yang cerdas dan artistik pada logo. Rancangan desainnya bisa memberikan nama brand tanpa perlu mencantumkannya sebagai teks pada logo. Oleh karena itu, tips satu ini akan membuat logo perusahaanmu mudah untuk diingat para pelanggan. 2. Sesuaikan padanan warna © Tips berikutnya yang perlu kamu ikuti saat akan membuat logo perusahaan adalah untuk selalu menyesuaikan padanan warnanya. Warna memiliki makna tersendiri, dan bisa dengan efektif digunakan pada logo untuk mengomunikasikan nilai dan ide dari sebuah brand. Oleh karena itu, penting bagi para desainer untuk menggunakan palet warna yang saling melengkapi satu sama lain, sesuai kata Venngage. Bahkan, padanan warna yang digunakan dengan tepat juga bisa membuat logo terlihat lebih hidup dan realistis, menjadikannya relevan di benak para pelanggan. 3. Gunakan font yang sudah di-custom © Ada banyak sekali logo yang hanya berupa tulisan. Hal tersebut sebenarnya cukup wajar karena typography memang sedang menjadi tren dikalangan desainer. Namun, agar memiliki kesan yang lebih personal dan unik, desainer perlu menggunakan font yang sudah mereka custom secara mandiri. Sejatinya, tidak salah untuk menggunakan stok font yang umumnya tersedia pada software merancang logo. Akan tetapi, font kreatif yang bisa menyesuaikan visi dan misi brand akan terlihat jauh lebih otentik. Ambil contoh perusahaan Coca Cola. Mereka menggunakan font custom dan berhasil menduduki peringkat atas minuman soda favorit. Mengapa? Salah satau penyebabnya adalah logo kreatif mereka yang mudah untuk diingat. 4. Manfaatkan logotype © Beberapa brand besar memilih untuk menggunakan nama brand sebagai logo mereka. Oleh karena itu, mereka mengambi alternatif dan membuat logotype sebagai rancangan desain logo perusahaan. Nah, logotype sendiri adalah sebuah desain yang menempatkan nama brand sebagai fokus utama rancangannya. Sesuai kata Design Crowd, menggunakan rancangan desain ini cocok dijadikan tips bagi kamu yang hendak membuat logo perusahaan. Lantaran, desain ini dapat dengan segera mengaitkan nama brand dengan identitas visual logo dengan tidak menyebabkan rasa bingung untuk pelanggan. Keunggulan seperti ini menjadikan desain logotype menjadi senjata yang ampuh untuk sebuah perusahaan yang sedang menyebarkan brand identity mereka. 5. Rancang desain yang simpel © Ketika mendengar kata Apple atau Nike, pasti yang terbayangkan adalah desain logo minimalis yang berkesan. Pemikiran tersebut terbentuk karena rancangan logo mereka yang simpel dan tidak repot. Ya, melansir paparan Designs Hack, rancangan desain yang simpel justru bisa memberikan kesan brand yang berkelas kuat. Bahkan, rancangan desain yang simpel bisa memberikan karakter pada logo, membuatnya tampak unik, dan memberikan makna filosofis yang terkesan lebih dalam. Tips satu ini juga sangat relevan khususnya bagi pemula yang hendak membuat logo perusahaan. Bila merasa memiliki kemampuan desain yang tidak terlalu hebat, jangan khawatir. Dengan rancangan yang simpel, hasil desain logo kamu tetap bisa, kok, menggaet hati pelanggan. 6. Ciptakan logo yang mudah dikenal © Logo yang sukses adalah logo yang mudah dikenali dan unik bagi sebuah brand. Meskipun proses membuatnya terdengar sulit, nyatanya tidak demikian, kok. Dengan simbol atau gambar-gambar yang umum, kamu bisa tambahkan sedikit sentuhan menarik agar telihat berbeda dan unik. Selain itu, bagaimana caranya membuat logo mudah dikenal? Caranya adalah dengan memadukan warna dan menciptakan logo yang serupa dengan nama brand, seperti kata Designs Hack. Seperti halnya Apple. Mereka menciptakan desain logo dari buah apel dan memberikannya warna hitam dan putih. Sesuai bukan dengan produk nama brand mereka? 7. Selipkan makna pada tiap elemen © Logo bukanlah sekadar gambar yang ditentukan secara acak dan dicetak di atas kartu nama. Aspek penting penentu identitas brand ini memiliki fungsi yang lebih dari itu semua. Sejatinya, logo merupakan representasi sebuah brand dengan kisah dan makna yang unik dibaliknya. Makna di sebuah logo bisa hadir dalam bentuk yang tersirat ataupun tersurat. Nah, menempatkan makna pada elemen desain bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, tips membuat makna pada logo perusahaan yang perlu kamu ketahui adalah dengan permainan warna. Ya, menurut ujaran Just Creative, permaianan warna dapat secara tidak langsung memengaruhi pola pikir dan emosi para pelanggan. Maka dari itu, coba berikan corak dan paduan warna pada setiap elemen logo. Tak perlu terlalu cerah, yang penting warna bisa memberikan suatu kesan terhadap identitas brand. Itu dia ketujuh tips membuat desain logo yang perlu diketahui oleh para desainer. Meskipun tidak mudah untuk dieksekusi, dijamin seluruh trik dan contoh di atas dapat membuat logo brand perusahaanmu menjadi menarik dan dapat memikat minat pelanggan. Nah, apakah kamu kini siap untuk menjadi desainer profesional? Atau justru kamu masih ingin mempelajari dasa-dasar dunia desain? Tenang saja, kamu bisa belajar secara langsung di Glints Expertclass. Pada kelas kategori design, para pakar dan designer profesional dengan segudang ilmu menarik yang dapat kamu serap. Yuk, sign up sekarang dan asah skill desainmu bersama Glints! 10 Logo Design Tips to Take Your Brand to the Next Level [+ Logo Templates] How to design a logo the ultimate guide 10 Tips for Designing Logos That Don’t Suck Logo, Logomark, Logotype - What's The Difference And What Do You Need? Color Psychology in Logo Design & Branding Explained 5 Tips for Creating a Memorable Logo Design Membangun brand community bukanlah hal yang mudah. Kamu harus membuat pelangganmu loyal pada brand-mu dan terikat dengan pelanggan lainnya. Meskipun tidak mudah, brand community memiliki peran yang besar dalam memperkuat suatu bisnis. Dengan kata lain, komunitas ini akan menjadi suporter brand-mu. Oleh karena itu, diperlukan sebuah komunitas yang kuat dalam sebuah bisnis. Jadi, tertarik untuk membangun sebuah brand community? Yuk, simak 5 tipsnya berikut ini! Baca Juga Tahapan dan Contoh Strategi Branding yang Berhasil Dilakukan Tips Membangun Brand Community 1. Pilih platform yang tepat © Membangun brand community bukan berarti kamu hanya mengumpulkan orang-orang untuk bergabung. Lebih dari itu, kamu harus menjaga agar mereka tetap berada di komunitas tersebut. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah menjaga interaksi dengan mereka melalui media sosial atau jejaring sosial. Pahami siapa yang akan menjadi target anggota brand community-mu. Kemudian, sesuaikan karakteristik mereka dengan media sosial yang paling tepat. Sebagai contoh, jika kamu telah memilih Facebook sebagai platform brand community-mu, kamu bisa memanfaatkan grup Facebook untuk berinteraksi dengan mereka. Mulailah diskusi tentang apa yang sedang terjadi di industrimu, masalah apa yang sedang kamu coba selesaikan, dan terbukalah dengan saran yang mereka berikan. Dengan begitu, mereka akan merasa menjadi bagian dari brand-mu. 2. Kirim newsletter © Jika kamu telah membangun sebuah brand community, mintalah kontak dan email mereka. Setelah itu, kirimlah newsletter secara reguler ke email tersebut. Dikutip dari Business, mengirim newsletter merupakan cara yang efektif untuk membangun hubungan dengan anggota brand community. Mereka akan merasa spesial karena mendapatkan konten eksklusif dari brand-mu. Baca Juga Mendalami Apa Itu Brand Loyalty Beserta Cara Meningkatkannya 3. Tonjolkan keunggulan bisnismu © Mendapatkan pelanggan baru bukanlah hal yang mudah. Namun jika kamu menonjolkan keunggulan bisnismu, pelanggan bisa datang dengan sendirinya. Hal ini juga perlu kamu lakukan dalam membangun brand community. Keunggulan sebuah brand tidak dapat diukur dengan angka, seperti jumlah followers, subscribers, komentar, dan matriks lainnya dalam media sosial. Lebih dari itu, kamu harus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap brand-mu. Bagaimana caranya? Kamu bisa membagikan informasi dan wawasan seputar industri yang kamu jalani. Selain itu, berikan juga informasi pemecahan masalah yang berkaitan dengan pelangganmu. Dengan begitu, mereka tidak hanya menyukai brand-mu. Namun, mereka juga percaya dan terus terikat dengan brand-mu daripada brand lain. 4. Berikan informasi internal © Tips lainnya dalam membangun brand community adalah memberikan informasi internal kepada anggotamu, seperti dilansir dari ContentPlant. Pasalnya, anggota brand community akan merasa spesial jika bisa mengetahui berbagai hal yang tidak kamu sampaikan kepada publik. Misalnya, kamu bisa memberi tahu proses pembuatan produkmu, apa bahan-bahan yang digunakan, dan sebagainya. Proses ini memang membutuhkan usaha yang lebih. Namun, anggota brand community akan selalu loyal dengan brand-mu jika mereka mengetahui hal-hal tersebut. 5. Buat acara tatap muka © Berkomunikasi via media sosial saja belum cukup. Untuk membangun brand community yang kuat, kamu perlu bertemu tatap muka dengan mereka. Buatlah acara seperti seminar, konferensi, diskusi, atau sekadar acara untuk berkumpul. Dengan bertemu tatap muka, kamu bisa mengenal mereka lebih dekat. Begitu pula sebaliknya. Selain itu, kamu juga punya kesempatan yang lebih besar untuk memperkuat brand engagement dengan mereka. Baca Juga Brand Loyalty vs. Customer Loyalty Apa Perbedaannya? Itulah 5 tips yang bisa kamu terapkan untuk membangun brand community yang kuat. Sekalinya terbentuk, jaga komunitas tersebut sebaik-baiknya. Sebab, mereka memiliki peran yang besar bagi kemajuan bisnismu. Selain brand community, ada banyak aspek lainnya yang bisa memperkuat bisnismu. Nah, Glints telah menyiapkan informasinya hanya untukmu! Kamu bisa berlangganan newsletter blog Glints untuk mendapat update informasinya secara mingguan. Menarik, bukan? Yuk, sign up dan berlangganan sekarang juga! How to Create Community Around Your Brand 5 Tips For Building A Brand Community of Your Business Fans

diskusikan logo yang telah kamu buat secara berpasangan